www.prutaqwa.com
Login
News
14 Agustus 2014
Cerita Motivas 163 (Memanfaatkan Kesempatan)
Dalam proses meraih kesuksesan, kita boleh punya kemampuan. Kita boleh punya pengetahuan. detail

» index berita
Testimonial
Heri Pirmansyah
sebaik baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain (manusioa lain nya). "memberi tau, ngasih saran orang di sekeliling kita untuk berasuransi (kaffalah) adalah pekerjaan yang sungguh ter... detail

» lihat testimonial
» isi testimonial
Others
Others
Others
Others

Cerita Motivas 161 (Success is My Right)


3 Juli 2014

Setiap orang dilahirkan dengan membawa sejumlah hak dan kewajiban. Bukan hanya hak untuk belajar, bertumbuh, tapi setiap orang memiliki hak untuk sukses. Kita semua bisa memilih untuk menggunakan hak tersebut atau tidak menggunakannya. Tiap orang berhak memperoleh pendidikan, tapi kita bisa memilih untuk mau mempelajari banyak hal atau memilih untuk tidak belajar, bermalas-malasan, atau hanya mencari kesenangan saja. Setiap orang berhak untuk sukses. Tapi kita bisa memilih untuk berusaha meraih sukses atau memilih untuk merasa tidak mungkin sukses dan diam saja.

Ketika menghadapi pelajaran sekolah yang sulit, maka kita bisa memilih mau lebih rajin belajar agar naik kelas atau memilih bermalas-malasan sehingga tidak naik kelas. Ketika menghadapi masalah dalam pekerjaan, kita bisa memilih untuk berusaha mencari solusinya atau menyerah pada keadaan dan tidak berusaha apa-apa. Ketika menemukan jalan buntu, kita bisa memilih untuk berusaha mencari jalan lain atau memilih untuk duduk diam di ujung jalan buntu dan menyalahkan jalan tersebut.

Beberapa pilihan menuju sukses:

1. Memilih bersikap optimis atau pesimis

Sebuah puisi indah berbunyi. ”Dua orang melihat keluar melalui jeruji penjara. Yang satu melihat lumpur, yang satu melihat bintang.” Sikap mana yang akan Anda pilih? Ketika mendapat pekerjaan, orang yang satu bisa memilih untuk melihat kesempatan berkarier, mendapatkan uang, tapi satu orang lagi bisa memilih untuk melihat jam kerja yang panjang, kelelahan, tidak bisa nonton acara televisi kesukaannya.

Orang optimis memilih untuk melihat peluang dalam segala sesuatu. Orang pesimis memilih untuk melihat masalah dalam segala sesuatu. Jika kita fokus pada masalah kita saja, maka itu seperti memegang uang logam kecil di dekat mata, sehingga kita tidak bisa melihat hal indah dalam hidup ini.

2. Memilih bersikap optimis atau sinis

Sikap optimis dan sikap sinis adalah pilihan. Ketika ada orang yang ramah dan menyapa kita di jalan, maka sikap optimis adalah berterima kasih dan balik menyapa dengan ramah. Tapi sikap sinis adalah menganggap orang tersebut ramah karena punya maksud tersembunyi sehingga kita bersikap tawar, mengeraskan hati, dan tidak mau menerima keramahan orang lain. Orang yang sinis tidak mau percaya apapun. Mereka memilih untuk memikirkan dan menciptakan hal negatif di dalam segala sesuatu. Ketika mendengar istilah “Success is My Right”, kita bisa memilih untuk percaya dan semakin semangat untuk berusaha meraih sukses, atau kita bisa memilih untuk bersikap sinis dan menolak untuk berusaha apapun. Sikap sinis akan mencari berbagai alasan untuk membenarkan sikapnya yang malas berusaha.

3. Memilih bersyukur atau menyalahkan orang lain atau keadaan

Jika kita memilih untuk menyalahkan orang lain, saudara, teman, orangtua, keadaan, perusahaan, pekerjaan, atasan, dan sebagainya, maka kita telah menutup banyak kemungkinan yang baik dan luar biasa.

Sesorang bayi laki-laki lahir pada tanggal 6 Juli 1946. Ibunya mengalami kesulitan ketika melahirkan sehingga dokter terpaksa menggunakan penjepit untuk mengeluarkan bayi tersebut. Ternyata penjepit itu tanpa disengaja telah merusak syaraf tertentu sehingga bagian bawah wajah bayi laki-laki tadi menjadi lemah dan otot wajahnya turun. Bukan hanya wajah, namun juga sebagian lidah, bibir dan dagunya ikut terpengaruh.

Akibatnya wajahnya seperti tertarik ke bawah. Suaranya juga kurang jelas karena ia kesulitan menggerakkan bibir.

Bayi laki-laki itu kemudian bertumbuh dewasa dan ingin menjadi aktor. Tentu, tidak mudah baginya. Dia bisa saja menyerah—menyalahkan kondisi saraf wajahnya dan melupakan dunia film. Namun dia memilih untuk tidak menyalahkan dokter atau ibunya. Dia tetap berusaha sehingga dia kemudian berhasil membintangi beberapa film kecil hingga film laga yang membuatnya terkenal yaitu Rambo dan Rocky. Dia adalah Sylvester Stallone.

Kini, kondisi otot wajah yang agak turun serta nada suaranya yang cenderung datar malah cirri khas yang unik, yang tidak bisa ditiru oleh orang lain.

Sukses adalah hak Anda dan saya. Hak kita semua. Namun, sekali lagi, kita bisa memilih untuk menggunakan hak tersebut sebaik-baiknya atau memilih untuk tidak mau menggunakannya sama sekali. Semua tindakan kita adalah pilihan. Raihlah sukses demi sukses.

Success is My Right! Success is Your Right! Go for it!



Baca juga
  » 14 Agustus 2014
Cerita Motivas 163 (Memanfaatkan Kesempatan)
Dalam proses meraih kesuksesan, kita boleh punya kemampuan. Kita boleh punya pengetahuan.

  » 14 Agustus 2014
Kata - Kata Motivasi 160
Apa pun yang telah terjadi, kita harus bisa menerima dengan jiwa besar.

  » 14 Agustus 2014
Siraman Qolbu 191 (K. H. Muhammad Arifin Ilham)
Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barkaatuhu. Ustad, mengapa doa doaku tidak diijabah Allah?

  » 7 Agustus 2014
Cerita Motivas 162 (Mengelilingi Bumi dengan Berjalan Kaki)
Berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengelilingi bumi dengan berjalan kaki?

  » 7 Agustus 2014
Kata - Kata Motivasi 159
Pikiran negatif & pesimis adalah penyakit mental yang sangat merusak

Information
Others
Others
Others
Others
Others